Bantul, Kabar Jogja – Sejumlah kepala lingkungan di Bantul mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang sudah berlangsung sejak 19 Februari dan berakhir 20 Maret hari ini. Kehadiran mahasiswa ini berhasil memberdayakan masyarakat.
Ketua RT 05, Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari, Pajangan, Taufik Hermawan menyebut kehadiran 31 mahasiswa KKN UMY yang tersebar di empat lingkungan perumahan di daerah sangat disambut baik.
“Di setiap kompleks perumahan di lingkungan RT 05, tim KKN UMY terdiri dari tujuh hingga delapan anggota tim. Mereka selama hampir 30 hari ini berbaur dengan masyarakat untuk menjalankan program pemberdayaan,” jelasnya pada Kamis (20/3).
Karena memasuki bulan Ramadhan, Wawan, panggilan akrabnya menyatakan berbagai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa terfokus pada rangkaian ibadah.
Dalam programnya, mereka mengisi kegiatan dengan melakukan pembelajaran untuk memperkuat keimanan pada generasi muda, ikut memakmurkan masjid, fokus pada pelestarian lingkungan dan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.
“Secara umum, berbagai kegiatan ini sangat positif. Khususnya pada penanganan lingkungan terkait dengan tata kelola sampah. Kami kedepan sangat berharap, peserta KKN memberi kami pemahaman dan solusi tata kelola sampah,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Perum Griya Kembang Putih (GKP), Asep Zainuddin menyebut meski baru lingkungannya baru pertama kali menerima tim KKN UMY. Di Perum GKP, terdapat delapan mahasiswa yang tergabung dalam tim 07 KKN UMY Mubalig Hijrah.
“Penentuan program sepenuhnya kami serahkan ke mahasiswa dan seluruh warga mendukungnya. Kami juga menitipkan, saat pembelajaran kepada anak-anak juga diselipkan materi etika, moral, dan akhlak,” ujarnya.
Kehadiran tim KKN UMY juga dinilai Asep sebagai upaya menghadirkan hal-hal baru positif yang nantinya akan diterapkan bersama. Dirinya sangat berharap, kehadiran tim 07 KKN UMY ini menjadi pondasi kuat untuk menghadirkan tim KKN selanjutnya.
Sama seperti Wawan, Asep melihat persoalan sampah lingkungan harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan KKN kedepan. Baginya, tata kelola sampah yang baik, khususnya dari warga adalah kunci menghadirkan lingkungan yang sehat.
Ketua Tim 07 KKN UMY Mubalig Hijrah, Catur Ilham Wijayasono menyatakan timnya sepenuhnya merancang berbagai program didasarkan masukkan dan kebutuhan dari warga Perum GKP.
“Kami merasakan penerimaan dan dukungan warga sangat membantu terlaksananya program. Selain mengisi materi, kami di GKP juga menyelenggarakan rukti jenazah mulai dari pelayanan jenazah secara Islami, yang didalamnya terdiri dari memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan,” ujar Catur yang kuliah di Fakultas Teknik Sipil.
Tak hanya itu, tim juga membuat dan menempelkan berbagai stiker yang berisikan berbagai doa di beberapa titik di Masjid Kalijaga.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 22 Januari lalu memberangkatkan 2.127 mahasiswa untuk KKN bertema ‘Rekonstruksi Pendidikan Untuk Indonesia Berkemajuan’.
Dari 2.127, sebanyak 1.987 mahasiswa melaksanakan KKN Reguler dan ditempatkan di 201 lokasi di berbagai kabupaten seperti Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, Pacitan, Banjarnegara, Boyolali, Klaten dan Wonosobo.
Wakil Rektor Bidang Akademik UMY, Sukamta dalam pesannya menekankan mahasiswa untuk selalu memberikan kontribusi terbaik kapanpun dan dimanapun.
“UMY harus selalu hadir bersama pemerintah dan masyarakat untuk membangun bangsa dan negara, sehingga dapat menciptakan negara yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya. (Set)