Sleman, KabarJogja - Bertajuk 'Operasi Ketupat 2025', Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menerjunkan sebanyak 1.932 personel pengamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik lebaran.
Operasi Ketupat 2025 akan berlangsung selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga 8 April 2025.
Dalam pengarahannya saat apel pasukan, Kamis (20/3) di Polda DIY, Wakapolda DIY, Brigjen Pol Adi Vivid A mengatakan 1.932 personel dikerahkan dan ditempatkan di 17 pos pengamanan, 3 pos pelayanan, dan 2 pos terpadu guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
"Potensi lonjakan arus mudik yang diperkirakan mencapai 52 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 146,68 juta orang," paparnya.
DIY sendiri diperkirakan akan masuk sekitar 6 juta pemudik dan warga DIY yang keluar juga diperkirakan dengan jumlah yang sama. Angka kunjungan ini lebih rendah 3 juta orang bila dibandingkan selama libur Nataru kemarin.
Brigjen Vivid menabahkan Polda juga menerapkan rekayasa lalu lintas berbasis analisis real-time serta strategi komunikasi publik yang efektif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Selain itu, beliau berpesan kepada seluruh personel agar memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam momen penting ini.
Terpisah, Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari menyatakan selama Operasi Progo 2025, pihaknya menerjukan sebanyak 550 personel. Operasi juga akan melibatkan personel dari instansi terkait, seperti jajaran TNI dan Pemda,
Polres Bantul bersama stakeholder terkait akan melaksanakan pengamanan lebaran 2025 atau Operasi Ketupat Progo 2025. Ratusan personel gabungan akan dikerahkan dalam operasi ini.
Novita menyebut personel yang terlibat nantinya akan disebar di pos pengamanan hingga pos terpadu di sepanjang jalur mudik dan jalur wisata.
"Rencananya Polres Bantul akan mendirikan tiga pospam (pos pengamanan) di Sedayu, Piyungan dan Parangtritis, serta satu pos terpadu di Druwo," ujarnya.
Novita menyebut personel yang terlibat nantinya akan siaga mengamankan jalur mudik yang digunakan masyarakat. Selain itu, tempat ibadah hingga tempat hiburan juga menjadi prioritas. (Set)