Bantul, Kabar Jogja - Dalam membangun rumah subsidi untuk memenuhi kekurangan perumahan, Bantul tidak lagi menjadi kawasan prioritas yang dibidik oleh anggota Real Estate Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Menyusul Sleman dan Kota Yogyakarta, harga tanah yang tinggi menjadi faktor utama.
Ketua REI DIY, Nur Muhammad Ilham menyatakan meningkatkan harga tanah yang cepat khususnya di sisi selatan Bantul dipicu kehadiran Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).
“JJLS merupakan program prioritas pemerintah untuk memicu pertumbuhan ekonomi. Tetapi harga tanah juga naik cukup tinggi. Kita sekarang ini tidak lagi menemukan harga tanah di sekitar JJLS yang bisa disesuaikan dengan harga jual rumah bersubsidi,” ungkapnya, Jumat (21/3).
Secara nasional, Daerah Istimewa Yogyakarta tahun lalu menerima jatah pembangunan rumah subsidi sebanyak 400 unit. Dalam program 3 juta rumah subsidi yang dicanangkan pemerintah tahun ini, Ilham mengaku belum tahu berapa kuota yang diberikan namun bisa dipastikan jumlahnya menurut.
Saat ini di DIY, pemerintah mematok harga rumah subsidi sebesar Rp160 juta dengan ukuran bangunan maksimal 36 meter persegi.
Karena harga tanah yang sesuai untuk rumah subsidi menipis di Bantul, pengembang perumahan sekarang ini memprioritaskan Kulon Progo dan Gunungkidul sebagai area pembangunan.
Meski berada di pelosok dan jauh dari tempat kerja, pilihan ini harus diambil pembeli untuk membangun peradaban baru disbanding terus mengontrak.
Dengan kondisi ini, Ilham menyatakan pilihan untuk menyediakan tempat tinggal bagi warga DIY yang belum memiliki rumah alternatifnya adalah rumah susun milik sendiri (Rusunami).
“Tapi kalau rusunami dibangun di Kota Yogyakarta, kendalanya tetap sama harga tanahnya sangat tinggi untuk harga jual Rp8,5 juta meter persegi dengan ukuran ruangan 21 meter persegi,” jelasnya.
Sangat memungkinan rusunami dibangun di kawasan penyangga dan penopang Kota Yogyakarta semisal di Prambanan, Piyungan maupun Sedayu. Namun saat ini belum bisa dilakukan karena adanya gegar budaya antar penghuni rumah susun dengan warga sekitarnya.
Terlebih lagi, belum banyak orang yang ingin tinggal di rumah susun karena mereka harus berbagi ruang dan pemandangan yang sama.
REI sendiri pada Kamis (20/3) membagikan sebanyak 450 bingkisan untuk anak yatim, petugas lapangan harian di Bantul. Seribu paket yang sama juga dibagikan di Kota Yogyakarta dan Sleman.(Set)