-->
Kamis 3 04 2025
  • Jelajahi

    Copyright © 2025 KabarJogja.ID - Kabar Jogja Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ancaman Hidrometeorologi, Posko Bencana Disiapkan di Semua Desa Bantul

    20/03/25, 08:01 WIB Last Updated 2025-03-20T01:01:40Z

    Yogyakarta, Kabar Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan selama libur lebaran nanti di setiap desa di Bantul akan disiagakan posko bencana. Hal ini sebagai antisipasi bencana hidrometeorologi, mengingat DIY masuk status siaga darurat hingga 8 April.


    Keputusan ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad saat diskusi ‘Strategi Pengelolaan Ketertiban Umum di Masa Mudik dan Perayaan Idul Fitri 2025’ yang digelar DPRD DIY, Rabu (19/3) sore.


    “Dengan diberlakukannya kebijakan work from anywhere (WFA), diperkirakan arus mudik akan dimulai pada 24 Maret besok dan arus balik pada 8 April. Sepanjang periode itu, DIY masuk dalam status siaga bencana hidrometeorologi,” kata Noviar.


    Pemda DIY telah memetakan, selain kawasan pantai selatan dari Gunungkidul, Bantul sampai Kulon Progo yang harus diwaspadai terjadinya ombak tinggi dan serangan ubur-ubur. Beberapa kawasan yang rawan longsor juga menjadi perhatian prioritas.


    BPBD DIY sendiri bersama dengan BPBD Kabupaten/Kota, sebagai antisipasi akan didirikan posko siaga bencana. Jika di tiga kabupaten dan satu kota, keberadaan posko berada di kantor BPBD setempat. Namun khusus Bantul, posko siaga bencana akan ditempatkan di seluruh desa yang berjumlah 75.


    Hal ini dilakukan mengingat hampir sebagian besar wilayah Bantul menjadi destinasi atau setidaknya dilewati wisata menuju destinasi yang lain, termasuk kawasan rawan bencana.


    “Diperkirakan nanti arus mudik yang masuk ke DIY mencapai 6 juta orang, dan kemungkinan orang yang keluar juga hampir sama. Nah ini perlu kita antisipasi agar tidak ada korban jiwa selama libur lebaran,’ ungkap Noviar yang juga menjabat Plt Satpol PP DIY.

    Tak hanya pada antisipasi keselamatan wisatawan, Pemda DIY menurut Noviar juga tengah menyelesaikan beberapa ruas jalan dan jembatan yang rusak untuk bisa dimanfaatkan di libur lebaran. BPBD DIY juga terus berkoordinasi mengenai masalah sampah karena diperkirakan akan muncul penambahan timbunan sampah hingga 10 persen dari hari biasa.


    Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menjelaskan dengan potensi bencana di DIY yang lengkap, mulai erupsi Gunung Merapi hingga Megathrust yang berimbas pada tsunami dan gempa di selatan. Maka diperlukan sistem penanggulangan bencana yang kuat dan cepat.


    “Penanggulangan bencana dimulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan, kemudian ada kedaruratan, rehab-rekon, peralatan dan teknologi. Ini harus disiapkan dengan baik termasuk pra bencana seperti apa dan pasca bencana seperti apa,” tegasnya.


    Eko sangat berharap selama libur lebaran nanti, masyarakat berbasis keluarga tangguh bencana bisa membantu pemerintah mengedukasi terkait mitigasi bencana.


    Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum menyatakan pihaknya telah memasang 8 kamera pemantau di perbatasan. Keseluruhan ada 384 kamera yang bisa counting people.


    “Namun kami fokus pada batas provinsi, masuk Kota Yogyakarta dan area publik yang ramai. Kami pantau titik yang rawan dan padat, bisa segera diurai, begitu pula ketika ada tindak kejahatan bisa segera ditangani," pungkasnya. (Tio)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close