Yogyakarta – Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat wabah Covid-19 hingga 30
Juli mendatang. Masyarakat dianggap masih perlu meningkatkan kesadaran dalam
menjalankan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus.
Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan
Covid-19 DIY Biwara Yuswantara mengatakan keputusan perpanjangan itu
berdasarkan rapat bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) DIY.
“Kami menganggap atau menilai kedisiplinan masyarakat dalam
melaksanakan protokol kesehatan perlu ditingkatkan. Baik itu pemahaman,
edukasi, sosialisasinya,” katanya di kompleks Kepatihan pada Kamis (25/6).
Biwara menyebut selama ini masih banyak masyarakat yang
belum mentaati atau disiplin protokol kesehatan di tempat-tempat publik. “Belum
dilakukan secara taat. Padahal di saat membuka aktivitas ekonomi harus
diimbangi peningkatan kesadaran mencegah penularan dengan disiplin protokol kesehatan,”
katanya.
Biwara mengungkapkan dalam rapat itu pula disepakati
aktivitas ekonomi seperti hotel, tempat wisata, pusat perbelanjaan dan lainnya
harus disiapkan untuk dibuka. “Saat ini sudah atau tahap persiapan. Jadi tim
verifikasi dari berbagai sektor melakukan evaluasi verifikasi ke hotel, perbelanjaan,
wisata. Itu bagian dari persiapan menuju aktivitas ekonomi yang disebut new
normal,” ucapnya.
Biwara mengatakan perkembangan kasus Covid-19 saat ini masih
perlu penanganan intensif. Termasuk dampak sosial ekonomi juga membutuhkan
anggaran dan lainnya. “Dengan status itu, dukungan bisa dilanjutkan,” katanya.
Status tanggap darurat wabah Corona di DIY 25 Maret lalu.
Kemudian sempat diperpanjang hingga berakhir 30 Juni mendatang.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo)
DIY Rony Primanto menambahkan dalam rapat itu juga disepakati masyarakat harus
menggunakan id digital melalui aplikasi Cared+ ketika mengunjungi tempat
wisata, mal, maupun tempat publik lainnya.
“Untuk mengetahui jumlah orang yang berkunjung sudah
melebihi atau belum. Selain itu juga berfungsi untuk tracing seandainya
pengunjung di suatu tempat diketahui positif atau reaktif. Sehingga mudah
melakukan tracing,” pungkasnya.(mel/eks)